Sabtu, 02 Juli 2011

Apa cita-citamu?

kalau sudah besar mau jadi apa? " jadi dokteeeer bu "
kenapa? " dokterkan baik bu, hebat bisa nolong orang sakit "--> jawabku saat masih di bangku sekolah TK
kalau sudah besar mau jadi apa? " jadi astronot bu  "
kenapa? " astronot bisa keluar angkasa bu, liat-liat planet lain " --> jawabku saat menginjak kelas 2 SD
kalau sudah besar mau jadi apa? " jadi detektif buuu "
kenapa? " kaya conan bu kreeeen banget "  --> jawabku saat di bangku 3 SD
kalau sudah besar mau jadi apa? " jadi wartawan bu "
kenapa? " kreen bu kerjanya pergi kemana-mana liat kejadian-kejadian gitu"  --> jawabku saat kelas 4 SD
kalau sudah besar mau jadi apa? " jadi penulis bu "
kenapa? " asik bu nulis itu kita bebas jadi karakter apapun sesuai khayalan" --> jawabku saat kelas 6 SD

hari mulai berlalu aku menginjak bangku SMP, tak pernah lagi ku mendengar seorang guru bertanya ingin jadi apa nanti. yang ku tau aku ingin tumbuh dewasa, sukses, dan berkarir. Sampai akhirnya aku menginjak bangku SMA.

" kalian harus menentukan tujuan hidup dari sekarang, ingin kuliah dimana, kerja sebagai apa, atau bahkan langsung ingin menikah seusai SMA"
aku yang dulu hanya anak kelas 1 yang lugu dan susah bergaul haynya terdiam dan mencerna omongan guru itu.
" ahh apa masih mungkin dengan cita-citaku yang sangat kuinginkan dulu, menjadi astronot, detektif, atau wartawan? ahhh tidak. aku ingin menjadi dokter"

Pemilihan jurusanpun dimulai saat akhir kelas 1, aku yang saat itu memiliki nilai lumayan, didukung oleh wali kelasku untuk lebih memilih IPA.

" ahhh fisika lagi, musibah", keluhku begitu saja. aku sungguh tidak menyukai pelajaran 1 itu. entah karena apa, mungkin karena stigma dari anak-anak sekolahan yang selalu mendapat nilai buruk atau kurang di fisikanya. Orang selalu mengatakan, " kan mama kamu guru fisika, ko ga suka fisika sih? "
" itukan mamaku bukan aku" ,jawabku singkat. tapi cukup memberi jawaban pada mereka yang acap kali bertanya mengenai ini.

wali kelasku masih menatap wajahku, menunggu kira-kira apa jawabanku, apakah IPA ataukah IPS.
aku mulai terdiam lagi ingin jadi apa aku kelak, atau kembali lagi pada masa TKku yang selalu menggap dokter itu kren? ahhh aku bingung

" biar aku runding sama mama papa dulu ya pak"

" mama dan papa sarankan agar kamu mengambil kedokteran, mama rasa kamu cocok, terlebih kamu menyukai pelajaran biologi dan menghafal kan. lagi pula fisik kamu yang gampang sekali sakit lbh baik mempunyai pekerjaan yang mandiri. kamu bisa buka klinik sendiri dirumah nanti"
 " uangnya ada ma? kuliah kedokteran kan mahal banget "
jawabku singkat. aku memang ingin masuk kedokteran tapi biaya yang cukup mahal kadang membuatku berpindah fikiran.
" kalau kamu serius insyaallah ada aja jalannya ko" jawab mama dan papa
aku hanya terdiam
" yaudah kamu ambil IPA aja biar bisa masuk kedokteran" ucap papa sekali lagi memberiku keyakinan.
" tapi males deh pa ketemu fisika lagi " jawabku yang masih saja terbebani kalau harus bertemu lg dengan fisika.
" fisika tuh gampang ko, makanya jangan pikir susah dulu " mama yang merasa guru fisika dan tau anaknya tidak suka fisika ikut ambil alih.
" okelah kalau gitu aku ambil IPA " jawabku singkat


Pembagian raport kelas 1 SMA pun usai. aku menduduki peringkat 2 saat itu di kelas. Maman teman sekelasku yang justru bergeser dari rangking 1 ke 3 justru kesal karena ia turun terlalu jauh, dia fikir kalaupun turun akan ke rangking 2 ternyata tempat itu sudah diisi oleh namaku. Aku yang merasa senang saat itu hanya tersenyum kepada temanku satu itu.
Dan benar namaku terpajang dalam urutan siswa di kelas IPA. aku mulai menjalani hari-hari kelas 2 dan 3 ku dengan pulang bimbel pulang bimbel.
Sampai akhirnya Uan SMA pun usai, dan aku dinyatakan lulus. Ujian-ujian masuk perguruan tinggi pun sangat gencar. Papa mama yang sangat menginginkan aku masuk negri sangat berharap aku lulus di fakultas kedokteran negri. tapi sayang, keberuntungan dan takdir itu bukan untuk aku. tapi untuk orang-orang lain. Sungguh mengecewakan. sampai akhirnya aku mendaftar di sebuah universitas swasta yang memiliki kualitas yang cukup baik di bidang kedokteran. yaitu Universitas Yarsi.

Yahhh kini disinilah aku, sebagai mahasiswa kedokteran di universitas islam swasta jakarta. Dengan langkah-langkah yang mengiringiku untuk menggapai cita-cita semasa TK dulu.
Semoga kali ini tuhan beriku keberuntungan itu untuk menjalani kuliah ini dengan baik dan lancar.
Amiin..


Jumat, 01 Juli 2011

be a good person

Jadilah orang yang memiliki jiwa  "AHLI SYURGA"
Kecerdasan para "CENDIKIA"
Ketegasan para " PANGLIMA"
Kekuatan para " PAHLAWAN"
Kesabaran para " ANBIYA"

By : mr. ade