Senin, 13 April 2015

Nyeri Lutut


Nyeri lutut sudah tidak asing lagi terutama pada kakek nenek kita atau bahkan pada orang tua kita yang sudah menginjak usia 45 tahun ke atas. Untuk itu sebagai anggota keluarga kita harus mengetahui dan mengerti apa yang  harus dilakukan bila ada anggota keluarga yang mengalami hal ini.  
Pada lutut terdapat sendi pemikul utama beban dan menerima banyak tekanan dan regangan. Stabilitasnya sangat tergantung pada otot dan ligamen di sekitarnya. Melakukan pekerjaan yang banyak meliputi membungkuk atau berlutut atau olahraga tertentu, akan menaikan resiko cedera di lutut.
Bila nyeri lutut yang terjadi disebabkan karena cedera disertai rasa sangat nyeri atau berubah bentuk menjadi tidak seperti biasanya atau bahkan tidak dapat digerakan maka ini menunjukan keadaan berbahaya. Segeralah bawa ke rumah sakit saai itu juga. Kemungkinan penyebab yang terjadi adalah retak pada tulang atau tulang bergeser yang menyebabkan perdarahan di sendi lutut atau cedera serius di otot, ligamen atau tulang rawan di lutut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya.
Bila terjadi hal demikian kemungkinan anda membutuhkan pemeriksaan dengan sinar-x untuk menemukan jenis dan lingkup kerusakannya. Kadang-kadang diperlukan operasi untuk mengembalikan posisi tulang. Penanganan tergantung pada keadaan cederanya. Mungkin saja anda memerlukan gips atau cukup dibalut kencang.
Apabila nyeri lutut yang anda rasakan bukan karena cedera namun terasa bengkak, sakit bila disentuh memerah ataupun panas. Maka kemungkinan penyebab adalah penumpukan asam urat. Bawalah penderita ke dokter dalam waktu 24 jam. Terbentuknya Kristal asam-urat di sendi dapat menyebabkan radang, hal ini adalah kemungkinan penyebabnya. Namun dapat juga terjadi disebabkan oleh infeksi dalam sendi.
Apabila hal ini terjadi dokter akan meminta anda untuk menjalani pemeriksaan tes darah dan pemeriksaan contoh cairan dari sendi lutut.  Bila dari hasil pemeriksaan asam urat benar meningkat maka akan diberikan obat anti radang nonsteroid. Bila gejalanya kambuhan, mungkin diperlukan penanganan jangka panjang unutk mengurangi tingkat asam urat tubuh. Bila disebabkan infeksi maka akan diberikan antibiotika awal di rumah sakit.

Apabila nyeri lutut disertai rasa lutut seperti lepas atau terkunci, terdengar bunyi krepitasi saat digerakan, kaku pagi hari,dan rasa nyeri dirasakan berangsur semakin nyeri dalam beberapa bulan atau tahun terakhir ini kemungkinan penyebabnya adalah osteoarthritis . Osteoartritis adalah kondisi progresif dimana tulang rawan pelindung ujung tulang disebuah sendi lambat laun menjadi rusak disebabkan cairan synovial atau cairan sendi yang bekerja seperti oli pada tulang untuk mempermudah pergerakan dan gesekan antar tulang sudah menipis. Kondisi ini semakin mungkin dan sering sekali terjadi  bila kondisi penderita sudah 50 tahun ke atas. Namun bila sendi tersebut sudah pernah cedera atau penderita mengalami kegemukan segeralah konsultasikan dengan dokter. 
Dokter akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan sinar-x bila hal ini terjadi sebagai pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosa. Pereda nyeri yang dijual bebas akan bisa membantu meredakan nyeri. Bila penderita kegemukan sebaiknya usahakan menurunkan berat badan. Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan merujuk ke fisioterapis untuk memperkuat otot sekitar sendi tersebut. Pada kasus parah, penggantian sendi mungkin diperlukan.
Sendi yang rusak berat akibat beberapa kelainan artritis ataupun cedera, melalui pembedahan dapat diganti dengan sendi buatan terbuat dari logam, keramik dan plastik. Pergantian sendi paling banyak dilakukan pada pinggul, lutut dan bahu; namun kebanyakan sendi di tubuh kini dapat diganti. Bahkan sendi kecil di jari. Selama operasi, ujung tulang yang rusak akan dibuang dan komponen buatannya akan menggantikannya.Teknik ini biasanya meredakan nyeri sendi dan meningkatkan tingkat gerakan yang dapat dilakukan oleh sendi tersebut. 

Jumat, 10 April 2015

Penanganan Demam Pertama

  


Demam adalah suhu tubuh diatas 37,5oC. Walau demam bukanlah penyakit, namun biasanya menunjukan bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Karena hal itulah maka reaksi yang dirasakan adalah suhu tubuh yang meningkat. Namun suhu tubuh yang meningkat juga dapat terjadi karena pemaparan terhadap panas dan obat tertentu. 

Anda dapat menduga terserang demam bila anda juga merasa menggigil, panas dan dingin bergantian dan secara umum badan terasa pegal-pegal.  Untuk mengukur suhu tubuh saat demam dapat digunakan termometer suhu secara cermat.

Jika anda mengalami ‘Demam Tinggi’ maka ukurlah suhu tubuh setiap 4 jam. Segera bawa ke dokter bila suhu tubuh mencapai 390C atau lebih, dan lakukan langkah-langkah menurunkan temperatur dengan cara:

TINDAKAN SENDIRI MENGATASI DEMAM
Ukurlah temperature setiap 4 jam. Bila menggunakan thermometer air raksa, kibaskan baik-baik sampai air raksanya turun dibawah 36oC, jepit dibawah lidah atau ketiak dan biarkan selama 3 menit. Termometer digital juga dapat digunakan dan diletakan dibawah lidah atau ketiak. Bila mengukur temperature dari ketiak, tambahkan 0,6oC dari yang tertera untuk mendapatkan temperature sesungguhnya.


MENGATASI DEMAM SENDIRI
Mengurangi demam akan membuat anda merasa lebih baik. Istirahatlah di kamar dengan suhu yang tidak panas, minum banyak air dan minumlah obat antipiretik ( penurun panas) seperti  paracetamol. Dapat juga dengan obat aspirin atau ibuprofen ( pilih salah satu obat saja) untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat. Selain itu anda dapat mengompres tubuh dengan air keran yang tidak terlalu dingin dapat diletakan pada bagian dahi penderita. Hal ini dikarenakan air yang terlalu dingin mungkin akan cepat menurunkan suhu tubuh, namun penurunan suhu tidak sebanding dengan suhu panas yang dihasilkan tubuh, sehingga dapat menyebabkan hipotermia ( suhu tubuh menjadi rendah), hipotermia sering terlihat dengan gejala menggigil. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan air keran yang tidak terlalu dingin.


                                                  


Bila dalam 3 hari panas tidak kunjung turun sebaiknya bawa ke dokter dalam waktu 24 jam, hal ini penting dilakukan untuk menghindari penanganan penyakit yang terlambat yang dapat mengakibatkan  kondisi pasien semakin parah atau bahkan tidak sempat tertolong.



Sumber: 
dr.Tony Smith dan dr.Sue Davidson. 2005. Family Doctor Home Advisor.Jakarta

Kamis, 09 April 2015

Tua di Usia Belia
   Tampil selalu muda adalah impian setiap orang. Tanpa pengerutan  dikulit, uban pada rambut, mudah lupa dan bentuk-bentuk penuaan lainnya. Tapi sayang,  segala usaha untuk menjadi awet muda sering kali terganggu oleh hal-hal yang terjadi  baik dari diri kita ataupun lingkungan sekitar yang dapat mempercepat penuaan, contohnya karena molekul radikal bebas yang terjadi baik  secara internal ataupun eksternal.
   Contohnya,  radikal bebas yang terpicu dari dalam diri kita sendiri bisa disebabakan oleh stress. Apalagi untuk kita kaum muda yang masih memiliki emosi yang sering kali tidak stabil, atau kita sebut saja ‘LABIL’, mudah marah karena sulitnya memanage emosinya , mudah stress, dan masih sulit untuk self control.
   Stress yang merupakan suatu ketegangan mental, psikis, fisik, dan emosi ini dapat merangsang segala kinerja di tubuh kita, sehingga metabolisme meningkat, dan produksi radikal bebaspun secara fisiologis akan meningkat dari biasanya. Selain stress, peningkatan radikal bebas  juga dapat meningkat  oleh karena olahraga yang berlebihan.
   Peningkatan molekul radikal bebas yang berasal secara eksternal, dapat  disebabkan oleh  asap kendaraan bermotor  yang saat ini sudah menyatu mesra dalam setiap udara yang kita hirup didaerah perkotaan. Baik dari motor, mobil, bus, bajaj dan lain-lainnya. Selain polusi dari asap kendaraan, lingkunganpun sudah tidak asing lagi dengan asap rokok yang saat ini juga dihisap tidak hanya oleh kaum adam ataupun kaum dewasa, di era modern ini rokokpun banyak kita temukan  dihisap oleh kaum hawa ataupun kaum muda. Dengan meningkatkatnya para perokok aktif maka asap rokok yang menjadi salah satu sumber peningkatan molekul radikal bebaspun akan meningkat juga .
   Selain dari rokok ikut berperan juga perindustrian-perindustrian yang masih saja bandel membuang limbah sembarangan, limbah-limbah yang dibuang disembarang tempat ini tentu ikut  andil juga untuk memicu pencemaran udara atau polusi, dan secara alamiah tubuhpun akan meningkatkan produksi molekul radikal bebas untuk mengikat benda-benda asing yang masuk ke tubuh kita. Semakin tinggi tingkat polusi maka semakin tinggi juga radikal bebas yang beredar dalam tubuh kita, sedemikian tingginya maka akan sangat berbahaya bagi sel-sel dan jaringan tubuh kita.
   Radikal bebas yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh kita untuk mengikat benda-benda asing yang masuk ke tubuh ini, ternyata merupakan alat pembunuh juga buat kita jika dihasilkan lebih banyak dari seharusnya, karena ketika molekul radikal bebas ini dihasilkan lebih banyak maka sel-sel tubuh kita serta jaringan-jaringan kitalah yang akan menjadi incarannya, kalau sel-sel dan jaringan kita sudah mulai rusak dan bekerja tidak maksimal seperti biasanya, maka penyakit-penyakit akan sangat mudah sekali timbul.
   Selain menjadi pencetus munculnya berbagai penyakit, radikal bebas inilah yang sangat berperan sebagai faktor penurunnya tingkat kekencangan kulit, daya ingat, serta pigmen rambut kita, atau kita sebut saja sebagai ‘ PENUAAN DINI’.
   Sangat disayangkan sekali sudah perawatan sana-sini, menggunakan berbagai obat, tetapi tetap saja kulit cepat kendur, pikun dini, bahkan uban dini. Sehingga umur mudapun tidak lagi menjamin kemudaan fisik dan akan tampak tua sebelum waktunya.
   Maka itu alangkah baiknya dari dinipun kita menjaga pola hidup, kebersihan udara, serta makan makanan yang bergizi dan mengandung oksidan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan . Sehingga terlihat  tampak  tua sebelum waktunya tidak lagi mengejar dan merampas masa muda kita, yang seharusnya perawakan, daya ingat, dan kesehatan organ-organ tubuh  berkembang sesuai dengan umur.

Created By : Muthia Fadhilah
(taken by: muthia fadhilah)